Hukum Perkembangan merupakan suatu konsep fundamental yang telah disepakati kebenarannya berdasarkan hasil penelitian para ahli yang menunjukkan hubungan tentang realitas kehidupan. Para ahli sepakat bahwa ada beberapa hukum perkembangan yang didasari oleh hasil penelitian:
- Hukum Konvergensi
Merupakan teori yang dicetuskan oleh seorang ahli psikologi bernama William Stern. Hukum ini menyatakan bahwa perkembangan fisik maupun jiwa seseorang dipengaruhi oleh dua faktor gabungan yaitu bawaan dan lingkungan. Sebagai contoh, anak yang terlahir dari orangtua yang cerdas berpeluang menjadi seorang yang cerdas. Anak yang dikelilingi oleh orang-orang yang gemar membaca akan memotivasi anak untuk membaca.
Teori ini menyatakan bahwa tiap-tiap individu memiliki tempo perkembangan dan pertumbuhan yang berbeda-beda. Sebagai contoh, ada anak yang berumur 5 tahun sudah lancar membaca, ada pula yang belum lancar membaca, dan ada juga yang belum bisa membaca. Ada anak yang dalam pelajaran, diterangkan sekali saja oleh guru langsung dapat memahaminya, ada yang harus diterangkan 2 atau 3 kali bahkan lebih baru bisa mengerti.
Merupakan teori yang percaya bahwa pertumbuhan manusia dari lahir hingga ia dewasa merupakan pengulangan kembali secara singkat perkembangan manusia dari masa berburu hingga masa industri. Seorang individu akan mengalami perkembangan secara bertahap yaitu:
- Masa berburu & meramu : dimana anak-anak yang umumnya berusia antara 6-8 tahun akan senang melakukan aktifitas seperti bermain pedang/pistol mainan, menangkap kucing atau serangga, bermain kejar-kejaran.
- Masa mengembala: anak-anak berusia 8-10 tahun senang memelihara hewan yang hidup disekitar rumah seperti kucing atau ayam, memberinya makan dan sebagainya.
- Masa bertani: anak-anak berusia 10-12 tahun mulai mencoba untuk bercocok tanam seperti mencabut tanaman liar dan menanamnya kembali disekitar rumah, melakukan eksperimen dengan daun-daunan, mencermati bagian-bagian bunga dan lain-lain.
- Masa berdagang: masa dimana anak-anak berusia 12-14 tahun senang melakukan simulasi berdagang. Mereka menggunakan daun-daunan atau bebatuan sebagai alat transaksi. Teman-temannya berpura-pura menjadi pembeli untuk membeli barang-barang yang didapat disekitar rumah seperti bunga.
- Masa industri: pola pikir anak yang semakin kompleks membuat mereka mencoba untuk berkarya dan menciptakan. Mereka mencoba untuk membuat sesuatu seperti istana pasir, membuat mainan dari styrofoam, membuat suatu bentuk dari tanah liat atau plastisin.
Manusia yang ingin exist di kehidupan ini harus mencoba untuk mempertahankan diri dan mengembangkan diri. Bila tidak mampu untuk mempertahankan diri dan mengembangkan diri, mereka akan tertinggal atau musnah karena tidak mampu beradaptasi. Sebagai contoh pada seorang anak dalam mempertahankan diri, bayi yang merasa lapar, haus atau sakit akan terus menangis. Kemudian ibunya akan merespon pada "sinyal" tersebut. Anak remaja yang setelah ia tahu karena mendapatkan nilai yang buruk saat ulangan akan berusaha mempertahankan diri agar dapat terus exist. Oleh karena itu dia akan belajar dengan tekun dan bersaing dengan teman-temannya yang nilainya lebih bagus.Anak-anak yang rasa ingin tahunya tinggi akan terus bertanya sampai dia merasa puas merupakan bentuk dari pengembangan diri
Proses perkembangan manusia tidak selalu bersifat progresif. Pada saat-saat tertentu, ada hal-hal yang mengalami kemunduran. Anak-anak yang awalnya bersifat penurut bisa jadi bergejolak yaitu menjadi lebih nakal dan membangkang. Tetapi hal itu disebut sebagai masa kemunduran/pancaroba anak yang akan hilang dengan sendirinya dan setelah masa itu terlewat, anak akan menjadi lebih penurut tentunya dengan dukungan orangtua dan lingkungan yang baik.
Merupakan teori yang menganggap bahwa pada tahapan tertentu, ada hal-hal yang terdapat dalam diri anak harus dirangsang sehingga tidak mengalami keterlambatan perkembangan. Pada tahapan ini, orang tua harus memberikan dukungan maksimal dan rangsangan sehingga pertumbuhan dan perkembangan anak dapat optimal. Sebagai contoh, anak usia 2-3 tahun harus dirangsang untuk berbicara agar tidak mengalami kesulitan kedepannya. Dalam teori ini, anak-anak yang ibarat kertas putih kosong yang belum ditulis apapun. Oleh karena itu anak-anak pada masa ini harus melihat, mendengar dan diajarkan hal-hal yang baik seperti nasihat, bahasa yang sopan dan sebagainnya.
Seperti yang tertulis diatas, hukum kesatuan organ menyatakan bahwa perkembangan pada individu tidak lepas dari perkembangan organ-organ. Teori ini menganggap bahwa organ atau fungsi baik fisik atau mental individu tidak berkembang secara sendiri-sendiri melainkan satu kesatuan dan saling bergantung satu sama lain. Sebagai contoh, pertumbuhan ukuran otak harus seimbang dengan pertumbuhan ukuran kepala, pertumbuhan ukuran kepala harus proporsional dengan pertumbuhan tangan dan kaki.