Metode-Metode dalam Psikologi Perkembangan digunakan dalam penelitian yang untuk menyelidiki subjek penelitian
Dalam laman ini akan dijelaskan metode-metode khusus/spesifik dalam psikologi perkembangan. Metode tersebut dibagi menjadi dua yaitu Metode Eksperimental dan Metode Non-Eksperimental
Metode Eksperimental
Sumantri & Permana (1999) menyatakan bahwa metode eksperimen merupakan suatu cara yang digunakan dengan melibatkan sampel dengan mengalami dan membuktikan sendiri proses dan hasil percobaan tersebut. Penelitian ini hanya terbatas pada hal-hal yang dapat diobservasi dengan panca indera karena gejala jiwa atau hal-hal yang berkaitan dengan mental akan samar-samar karena situasi yang tidak alami (buatan) dapat membuat subjek penelitian berpura-pura.
Metode Non-Eksperimental
Metode Non-Eksperimenal terdiri dari beberapa jenis yaitu :
-
Metode Klinis
-
Survey
-
Tes
-
Interview/Wawancara
-
Kuisioner
Metode Klinis
Berdasarkan pernyataan seorang ahli bernama Lightner Witmer (1912) metode klinis merupakan suatu metode yang mengembangkan dan mengubah mental seseorang berdasarkan hasil pengamatan dan uji coba dengan memadukan teknik penanganan pedagogik. Metode ini dapat dilakukan dengan cara berkomunikasi seperti tanya jawab.
Survey
Metode Survey merupakan penyelidikan yang diadakan untuk mendapatkan fakta-fakta dari gejala yang ada dan mencari keterangan- keterangan secara faktual, baik tentang institusi sosial, ekonomi, atau politik dari suatu kelompok ataupun suatu daerah (Nazir, 2003) dan dilakukan pada populasi besar maupun kecil dimana data yang dipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari populasi tersebut, sehingga ditemukan kejadian-kejadian terkait, distribusi, dan hubungan-hubungan antar variabel, sosiologis maupun psikologis. (Sugiyono, 2002) Survey memungkinkan peneliti untuk mengambil sampel yang besar dengan biaya yang murah dan menjangkau lokasi-lokasi terpencil. Walau demikian, data yang diperoleh tidak mendalam karena survey biasanya menyajikan pertanyaan-pertanyaan umum sehingga menghapus jawaban-jawaban unik.
Tes
Tes merupakan serangkaian prosedur guna mengukur dan menilai yang berupa pemberian tugas akan dikerjakan oleh subjek penelitian sehingga akan diperoleh nilai atau data yang sesuai dengan tingkah laku atau prestasi subjek penelitian yang dapat dibandingkan dengan standar-standar nilai tertentu (Sudijono, 2015). Menurut Sudjana (2014) tes terdiri atas tes lisan, tes tulisan dan tes tindakan yang sebagai alat ukur penentu keberhasilan suatu program. Metode ini dapat mengukur minat, bakat dan IQ seperti psikotes. Metode tes dapat menghasilkan data yang akurat karena dilakukan tidak hanya sekali saja, tetapi tiap instrumen tes hanya dapat mengukur satu aspek sehingga memerlukan beragam jenis tes dan waktu yang lebih lama.
Wawancara/Interview
Sugiyono (2015) menyatakan bahwa wawancara merupakan pertemuan yang dilakukan oleh pewawancara dan narasumber untuk bertukar informasi maupun ide dalam topik tertentu dengan cara tanya jawab sehingga memunculkan suatu kesimpulan atau makna. Dalam metode wawancara, pewawancara harus memenuhi tahapan-tahapan wawancara seperti menentukan topik dan pertanyaan wawancara, menentukan narasumber, lokasi, dokumentasi dan merekap hasil wawancara. Metode wawancara memerlukan waktu dan biaya yang tidak sedikit dan juga bergantung pada narasumber untuk memperoleh informasi yang berkualitas dan mendalam.
Kuisioner
Kuisioner merupakan teknik pengumpulan data dengan memberikan daftar pertanyaan dan pernyataan secara tertulis kepada subjek penelitian (responden) untuk dijawab secara langsung (Sugiyono, 2014). Kuisioner memungkinkan pengamat atau peneliti untuk mendapatkan jawaban yang berupa sikap, karakteristik dan perilaku dengan maksud sesuai dengan permintaan pada topik tertentu. Peneliti dapat membuat kuisioner menjadi anonim sehingga responden dapat mengisi secara bebas dan jujur. Tetapi, Sukardi (2012) mengatakan ada kelemahan pada metode ini yaitu responden bisa menjawab asal-asalan dan peneliti tidak bisa melihat reaksi para responden ketika memberikan informasi secara tertulis. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak ada metode atau pendekatan yang sempurna. Tiap metode memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Sebagai peneliti, harus menentukan metode mana yang lebih tepat sehingga data yang diperoleh lebih akurat.
Referensi
- Sumantri, M., & Permana, J. (1999). Strategi Pembelajaran. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi
- Witmer, L., 1912. The Psychological Clinic. A Journal of Orthogenics for the Study and Treatment of Retardation and Deviation, 6.
- Nazir, M. (2003). Metode Penelitian. Jakarta: Salemba Empat.
- Sugiyono. (2002). Metode Penelitian Administrasi. Bandung: Alfabeta.
- Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kombinasi (Mix Methods). Bandung: Alfabeta.
- Sukardi. (2012. Metode Penelitian Pendidikan Tindakan Kelas. Yogyakarta: Bumi. Aksara
- https://dosenpsikologi.com
- https://www.materikonseling.com
- https://variyaka.wordpress.com/
No comments:
Post a Comment